PanturaNews (Tegal) - Partai Golkar Kota Tegal, Jawa Tengah, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, mentargetkan memperoleh sepuluh kursi di DPRD. Tapi kalau melihat perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2009 yakni enam kursi, maka taget minimal kursi yang akan diraih adalah delapan kursi.
Demikian ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal, Jawa Tengah, HM Nursholeh MMpd, saat pelaksanaan penanaman seribu pohon dan normalisasi saluran irigasi di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Minggu 22 Januari 2012.
“Target perolehan minimal delapan kursi di DPRD itu tidak muluk-muluk, jika melihat eksistensi Partai Golkar yang menunjukkan kerja nyata di tengah-tengah masyarakat. Pada bhakti sosial yang kami lakukan di Tegal Selatan ini, para kader kami menggunakan kaos dan yang berwarna-warna. Ada warna merah, hitam dan hijau. Itu menunjukkan kesatuan, bersama-sama bergabung untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat,” tutur Nursholeh.
Pada kesempatan itu Nursholeh menjelaskan, meski pada kegiatan di Tegal Selatan terjadi insiden kecil, yakni hilangnya spanduk kegiatan pada malam hari. Tapi menurutnya, kejadian itu tidak menurunkan semangat kader Partai Golkar untuk berkarya nyata, berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat melakukan kegiatan bhakti sosial. Hilangnya spanduk itu bukanlah hal besar apalagi ada unsur sabotase.
“Kami meminta kepada para kader, agar dalam menghadapi masalah ini tidak dengan emosi. Hilangnya spanduk itu hanya karena ada orang-orang yang tidak senang melihat Golkar di Tegal Selatan eksis dan maju. Mereka bukan benci kepada Golkar, tapi mereka takut dengan eksisya Golkar di Tegal Selatan,” ujar Nursholeh.
Dijelaskannya, Partai Golkar Kecamatan Tegal Selatan pada Pemilu 2009 berhasil meraih suara 6.400 atau satu setengah kursi lebih, sehingga memperoleh dua kursi di DPRD. Untuk Pemilu 2014, targetnya tiga kursi, minimalnya memperoleh dua kursi penuh.
“Target sepuluh kursi di DPRD, bukan target yang muluk-muluk. Setidaknya di tingkat kecamatan dapat melahirkan dua perwakilan untuk duduk di DPRD. Karena jumlahnya ada empat kecamatan, maka target minimal bisa delapan perwakilan. Kami optimis akan mencapai target itu, termasuk target sukses untuk Pilkada, Pilgub dan Pilpres,” tandas Nursholeh.
Sebelumnya Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bidang Organisasi, Drs. Didi Djanuardi, pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kota Tegal, Minggu 22 Mei 2011, mengatakan untuk pencapaian target perolehan suara dan kursi perwakilan di DPRD, sudah disiapkan rumusan dan kiat yang jitu. Salah satunya, membangun komitmen loyalitas partai kepada semua kader guna terbentuknya kader partai yang militan.
“Untuk target perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang, Golkar menargetkan 23 persen. Pada pemilu sebelumnya Golkar mampu meraih 20 persen atau terbesar kedua. Target ini bisa diperoleh dengan komitmen seluruh kader di seluruh komponen, khususnya di tingkat Kelurahan,” ujarnya.
Menurutnya, dari pimpinan Partai Golkar pusat telah memberikan himbauan wajib, agar kepengurusan Golkar di tingkat daerah mampu membentuk kader militant minimal 100-150 orang di tiap Kelurahan. Akan tetapi, melalui Rakerda DPD Golkar Kota Tegal, telah merumuskan program Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes).
“Program Karakterdes ini artinya adalah di setiap wilayah RT di Kota Tegal harus dapat membentuk 10 kader militan. Asumsinya, jika di Kota Tegal terdapat 1100 RT, maka akan dilahirkan kader militant sebanyak 1100 x 10 = 11 ribu orang. Jika masing-masing kader militant ini mampu membawa 5 orang, maka ada 55 ribu orang. Dari 55 ribu orang ditambah 11 ribu maka ada 66 ribu orang yang dipastikan memilih Partrai Golkar. Angka tersebut sama dengan 25 persen dari jumlah total pemilih,” tuturnya.
sumber : Pantura News.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar